Jenis – Jenis DNS Record

DNS atau Domain Name System merupakan sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi Alamat IP. Ketika anda memasukan sebuah alamat website pada browser, komputer akan terlebih dahulu mengirim request ke DNS server untuk menanyakan berapa alamat IP dari domain website yang anda tuju.

Dalam sebuah DNS/Zone terdapat DNS Record yang berisi informasi/instruksi mengenai domain. DNS Record dapat diubah dengan mudah namum membutuhkan waktu agar informasinya tersebar ke seluruh internet (propagation time).

Berikut ini beberapa jenis DNS Record yang sering digunakan

A Record

A Record digunakan untuk mengarahkan domain ke alamat ip tertentu. Sebagai contoh ketika anda melakukan ping ke domain localhost maka akan mendapat reply dari ip 127.0.0.1.

A Record hanya digunakan untuk alamat ipv4 jika anda menggunakan ipv6 anda perlu menggunakan jenis AAAA record

CNAME

CNAME atau Canonical Name digunakan untuk mengarahkan suatu domain ke domain lain, bisa dibilang CNAME adalah alias dari suatu domain.

Contoh misalnya subdomain saya www.kadekjayak.web.id merupakan alias dari domain utama, agar tidak mengetikkan alamat IP maka saya menggunakan CNAME untuk record dns tersebut.

MX Record

MX atau Mail Exchanger merupakan record yang digunakan dalam pengiriman email. Ketika seseorang hendak mengirim email ke alamat anda misalnya ke hello @ google.com, mail server akan mengirimkan email ke salah satu MX record dari domain google.com.

MX Record

Anda tetap dapat mengirim email walaupun tidak menambahkan MX record. Namun anda tidak akan dapat menerima email karena mail server mengirimkan email ke alamat MX record, bukan ke IP domain yang digunakan.

Email provider biasanya memberikan beberapa MX record untuk digunakan, pemilihan MX record oleh mail server dilakukan berdasarkan priority nya. Record yang memiliki priority paling rendah akan digunakan terlebih dahulu. Pada contoh diatas 10 adalah priority dari kedua mx record tersebut.

TXT Record

TXT Record digunakan untuk menyimpan informasi berupa text pada suatu domain. TXT biasanya digunakan untuk keperluan verifikasi kepemilikan domain, SPF, DMARC, dan DKIM untuk email.

SPF Record

Sender Policy Framework ( SPF ) adalah teknik email-authentication yang mencegah spammer atau orang lain untuk mengirimkan email dengan menggunakan alamat domain milik anda (spoofing). SPF Record berisi daftar alamat server yang boleh mengirim email menggunakan domain milik anda.

SPF Record ditulis dengan menggunakan TXT Record yang valuenya mengikuti kaidah/format tertentu. Contohnya, pada domain saya yang hanya mengizinkan email untuk dikirim dari server mailgun.

kadekjayak.web.id. IN TXT "v=spf1 include:mailgun.org ~all"

SPF record mungkin akan saya tulis lebih detail di artikel lain.

NS Record

NS atau nameserver digunakan untuk merujuk DNS server yang memiliki otoritas terhadap suatu domain. NS Record ini berguna ketika suatu organisasi/perusahaan ingin memberikan kebebasan kepada salah satu unitnya dalam mengelola domainnya sendiri.

Contoh kasus, misalnya domain utama kadekjayak.web.id adalah sebuah perusahaan multi-nasional dengan cabang di berbagai negara. Untuk memudahkan manajemen domain, administrator dapat mendelegasikan subdomain kepada kantor cabang, divisi maupun vendor diluar perusahaan.

Penggunaan NS record pada subdomain tersebut akan memberikan kebebasan kepada divisi untuk mengelola sendiri area subdomain mereka. Perubahan record pada subdomain yang di-delegasikan tersebut nantinya dapat diubah pada DNS server yang ditunjuk tanpa perlu menghubungi administrator.

Konfigurasi zona nya kurang lebih seperti dibawah ini:

// Pada Root Zone
www.kadekjayak.web.id. IN A 127.0.0.2
collector.kadekjayak.web.id. IN NS ns1.pihaklain.com.

// Zone di server dns lain ns1.pihaklain.com
collector.kadekjayak.web.id. IN A 127.0.0.1
debt.collector.kadekjayak.web.id. IN A 127.0.0.2
cash.collector.kadekjayak.web.id. IN A 127.0.0.3


Karakter Khusus Pada DNS Record

Wildcard (*)

Karakter wildcard biasanya merepresentasikan satu atau beberapa karakter. Pada DNS Record tanda bintang tersebut dapat diartikan sebagai semua huruf atau domain.

Contoh penggunaan wildcard adalah pada subdomain, misalnya pada DNS Record tertulis *.kadekjayak.web.id seperti dibawah ini:

www.kadekjayak.web.id. IN A 127.0.0.2
*.kadekjayak.web.id. IN A 127.0.0.1

record terakhir pada contoh diatas akan match untuk semua subdomain, jadi cukup membuat satu record untuk semua subdomain yang memiliki ip sama.

Kadek Jayak
Seorang Web Developer di Denpasar Bali. Nulis blog hanya sekedar iseng dan berbagi pengalaman.
%d blogger menyukai ini: