Kelakuan Pengemudi Mobil Pemula

Sebagian orang menganggap mengemudikan mobil bukanlah hal yang sulit. Namun bagi orang yang baru belajar tentu tidak mudah untuk mengendalikan mobil dengan baik. Meskipun sudah berkali – kali menonton tutorial dari youtube dan membaca artikel, pengemudi pemula kadang tetap tidak dapat mengendalikan mobil dengan baik dan sering melakukan kesalahan.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sering dilakukan oleh pengemudi mobil yang baru belajar berdasarkan pengalaman saya ketika mengajarkan orang – orang dekat.

Oleng / Mabuk

Laju mobil yang tidak lurus ke depan atau berbelok ke kiri dan ke kanan merupakan salah satu ciri pengemudi pemula. Hal ini karena ia belum terbiasa dengan suasana didalam mobil, dan belum bisa merasakan pergerakan mobil dengan baik. Sebaiknya sebelum turun ke jalan ramai cobalah di terlebih dahulu di jalanan sepi sampai si pengemudi dapat mengendalikan mobilnya dengan baik.

Belajar mengemudi dari bermain game/simulasi menurut saya tidak lah cukup agar dapat mengendalikan mobil dengan baik. Karena pada praktiknya dibutuhkan feeling untuk merasakan pergerakan mobil. Ketika berada langsung dibalik kemudi barulah ia merasakan bahwa “kok ini mobil gak mau lurus, padahal setirnya sudah lurus”

Kaki belum Sensitif

Kaki pengemudi pemula belum terbiasa menginjak pedal kopling, rem atau gas. Yang paling sulit dilakukan oleh pengemudi pemula biasanya adalah mengatur injakan/ketinggian Kopling. Hal ini karena untuk mengatur laju mobil ber transmisi manual diperlukan kombinasi keseimbangan kaki kiri dan kaki kanan. Kaki kiri menginjak pedal kopling untuk mengatur beban mesin ke roda, sedangkan kaki kanan diperlukan untuk mempertahankan putaran mesin agar tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Pengemudi pemula belum bisa menyeimbangkan injakan pedal gas dan pedal kopling, sehingga sering terjadi mobil mati ketika awal baru jalan karena putaran mesin terlalu rendah atau melepas kopling terlalu cepat. Sering juga, mesin nya mengerung kencang tapi mobil tidak berjalan karena pedal kopling kurang diangkat. Setelah menguasai pedal kopling biasanya pengemudi pemula bisa stop & go di jalan tanjakan dengan baik.

Selain ijakan kopling, injakan pedal gas/akselerasi juga belum dapat dirasakan dengan baik oleh pengemudi pemula. Meskipun sudah di peringatkan untuk pelan – pelan, lama kelamaan laju mobil semakin cepat karena ia tidak sadar menginjak pedal gas semakin dalam.

Terlalu Mepet, Bahkan Nyerempet

Pengemudi pemula belum terlalu bisa memperkirakan posisi mobilnya ketika berjalan di jalan sempit atau berpapasan dengan mobil didepannya. Pengemudi sering tidak tahu apakah bodi kiri atau kanan mereka sudah aman atau tidak menyerempet benda sebelah mereka.

Hal ini memicu pengemudi pemula untuk mengambil jarak berlebih ketika berpapasan dengan kendaraan didepannya atau mengambil jalan terlalu kekanan ketika ada sesuatu menghalangi jalan mereka.

Pengemudi yang masih sangat pemula kadang mengabaikan jarak aman ketika melewati halangan atau berpapasan dengan kendaraan lain didepannya. Sehingga jarak mobil dengan benda disamping atau didepannya terlalu mepet bahkan nyerempet hingga menggores bodi mobil.

Kurang Haluan

Berbeda dengan motor, mobil adalah kendaraan yang panjang sehingga membutuhkan tempat ketika berbelok. Pengemudi pemula sering lupa untuk mengambil haluan ketika akan berbelok di tikungan, atau ketika akan masuk ke jalanan sempit. Sehingga mengakibatkan roda mobil terperosok ke selokan, atau bodi mobil tergores trotoar.

Kadang pengemudi pemula juga sering salah atau terlambat berbelok sehingga mobil mengambil haluan terlalu lebar hingga memakan lajur disebelahnya.

Mudah Panik

Pengemudi pemula sering dihantui perasaan cemas, takut nyerempet, takut mobil mati di tengah jalan, takut nabrak, dll. Sehigga ia mudah panik ketika situasi tidak sesuai dengan ekspektasinya, misalnya tiba tiba ada mobil berpapasan di tikungan sempit. Hal ini karena ia belum terbiasa dengan situasi dibalik kemudi.

Pengemudi yang panik dan belum terbiasa akan sering melakukan kesalahan misalnya yang pernah terjadi:

Mobil Tiba – Tiba Mati

Mobil yang tiba – tiba mati karena kurang nge-gas adalah hal biasa ketika latihan dijalan sepi. Namun ketika mobil mati di jalanan ramai, akan ada banyak tekanan yang dirasakan oleh pengemudi pemula. Mulai dari klakson kendaraan dibelakangnya, hingga suara kendaraan yang mulai nge-gas menyalip nya. Jika ia panik ia akan terburu – buru melepas injakan koplingnya sehingga mobil akan mati lagi, kemudian ia akan meng-stater mobil dengan posisi gigi masuk (lucu deh liat yang begini.)

Pedal yang Tertukar

Ini bisa jadi sangat berbahaya dan mengakibatkan kecelakaan. Pengemudi pemula bisa panik hanya dengan hal sederhana seperti misalnya tiba – tiba ada mobil nongol di tikungan sempit dan menghalangi jalan nya. Pengemudi yang sudah berpengalaman tentu akan menginjak rem sambil menepi agar bisa berpapasan. Namun bagi pengemudi pemula yang belum terbiasa ia masih perlu waktu berfikir untuk memilih menggerakkan kaki kiri atau kaki kanan. Jika sampai salah injak (apalagi jika panik injekan nya bisa keras), yang seharusnya menginjak rem ia malah menginjak gas, nabraklah dia. Sering terjadi kan, mobil nyeruduk penjalan kaki.

Nyelonong / Kurang memperhatikan lalu lintas

Pengemudi pemula sangat fokus kepada setir agar mobil lurus, dan pedal gas agar mobil tetap berjalan. Terlalu fokusnya kepada laju mobil ia kadang tidak menyadari bahwa mobil akan melewati persimpangan atau perempatan. Bukannya pelan – pelan dan melihat kiri kanan, pengemudi pemula justru akan tetap berjalan karena terlalu fokus terhadap laju mobil. Untuk itu sangat penting bagi pengemudi pemula untuk ditemani oleh seorang yang sudah fasih/bisa mengendarai mobil dengan baik.

Pengemudi pemula juga kurang bisa memperkirakan saat aman untuk menyalip karena belum terlalu bisa memperkirakan posisi mobil. Ia kadang tetap menyalip hingga mengambil jalur sebelah meski ada kendaraan melaju dari arah berlawanan dan sudah berada sangat dekat.

Sulit Parkir

Umumnya, keahlian memarkir kendaraan bisa diperoleh ketika seseorang sudah memiliki pengalaman dan latihan yang cukup lama. Arah kendaraan yang mundur membuat pengemudi harus memperhatikan spion di kiri kanan dan tengah agar tidak nyerempet kendaraan disebelahnya.

Selain agar tidak nyerempet, memposisikan kendaraan lurus/pas dengan garis parkir kadang perlu dilakukan berulang kali oleh pengemudi pemula. Sangat wajib untuk memposisikan kendaraan sesuai dengan garis parkir, jika tidak pas atau melenceng kesamping kamu mungkin akan kesulitan untuk keluar dari mobil karena pintu kendaraan tidak bisa terbuka penuh akibat terhalangi kendaraan yang berada disebelahmu.

Merasa Sudah Ahli

Bisa ngebut dan nyalip kendaraan bukanlah suatu tolak ukur bahwa masa belajar telah selesai sehingga menganggap diri sudah siap untuk turun ke jalan sendiri dan mengabaikan instruksi pendamping. Untuk dapat mengendalikan mobil dengan baik diperlukan pengalaman dan latihan, tidak cukup hanya dari teori atau nonton tutorial saja.

Kadek Jayak
Seorang Web Developer di Denpasar Bali. Nulis blog hanya sekedar iseng dan berbagi pengalaman.
%d blogger menyukai ini: